Minggu, 27 Oktober 2013

PERTUMBUHAN INDIVIDU



BAB 3
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

1) Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorangmanusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, tetapi juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku dirinya.
Ada 3 aspek yang melekat pada diri individu, yaitu aspek organic jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial kebersamaan.

2) Pengertian Pertumbuhan
            Ada banyak perbedaan pendapat diantara para ahli mengenai pengertian pertumbuhan, namun dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiris luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.

Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.





3) Faktor-Faktor Yang Mempengeruhi Pertumbuhan
                Ada 3 golongan yang menjadi garis besar asal mula faktor pertumbuhan penduduk:

1.      Pendirian Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir

2.      Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedangkan dasar tidak berperan sama sekali.
Akhirnya banyak ditemui kasus anak-anak yang mengecewakan orangtuanya atas prestasi akademik ataupun non-akademik mereka, walaupun sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup. Hal ini terjadi karena orangtua tidak melihat maupun memperdulikan bakat anak mereka terlebihdahulu. Kebanyakan orangtua menempatkan anaknya sesuai keinginan mereka, yang akhirnya membuat anak merasa tidak nyaman jika itu tidak sesuai dengan bakat mereka.

3.      Pendirian konvergensi dan interaksionisme
Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

4.      Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
-          Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun. Pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
-          Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun. Pada masa ini terjadi apa yang disebut dengan menghendaki, dan kehendak yang diingnkan tidak dapat ditahan. Akan tetapi apabila dia sudah mendapatkannya, ia tidak akan memperdulikannya lagi dan terus berulang seperti itu. Individu di masa ini sangat kental rasa ingin tahunya akan hal-hal baru.
-          Masa intelektual dari kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 atau 14 tahun. Pada masa ini individu telah melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya menjadi lebih efektif. Sehingga lebih matang untuk dididik daripada masa-masa sebelum dan sesudahnya.
-          Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun. Ini disebut juga sebagai masa remaja. Pada masa ini individu mempunyai ciri khas tersendiri. Peran individu dewasa sangat dibutuhkan untuk membantu mereka menempatkan diri di antara nilai-nilai kultur. Remaja harus mengarahkan dirinya agar dapat menemukan diri, meneliti sikap hidup yang lama dan mencoba hidup yang baru agar menjadi pribadi yang dewasa.


sumber: e-learning.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar