Selasa, 02 April 2013

Kepariwisataan


Untuk tugas Kepariwisataan ini saya mengambil salah satu cerita, yaitu saat liburan ke Kebun Raya Bogor (KRB).
Liburan ini sudah terjadi beberapa bulan lalu, tapi tepatnya pada hari minggu. Kebun Raya Bogor adalah salah satu tempat rekreasi yang tepat menjadi pilihan saat liburan, karena selain biaya masuknya yang terjangkau, tempat inipun sangat menarik. Untuk sampai ke tempat ini, bisa menggunakan kereta bagi yang rumahnya jauh dan turun di Stasiun Bogor lalu naik angkot ke KRB, atau jika menggunakan mobil pribadi bisa melewati jalan Tol Jagorawi menuju Kota Bogor, begitu keluar pintu tol Bogor, melewati terminal Baranangsiang, lalu ke arah jalan raya Padjajaran.
            Begitu masuk ke KRB, tidak jauh dari pintu masuk ada peta besar petunjuk lokasi KRB. 

Di sana menyediakan jasa mobil keliling Rp. 10000, tp saya memutuskan untuk jalan kaki saja.  
Kebun Raya Bogor didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh Prof. Dr. C. G. C. Reindwart, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman. Pada awalnya kebun ini bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg, yang menjadi pusat introduksi berbagai tanaman ekonomi penting pertanian.
Kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa sawitse-Asia Tenggara. Tanaman.
Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota BogorIndonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan Pustaka
Di sana juga terdapat perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bamboo, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon tua. Disekitar Istana Presiden terdapat banyak rusa yang dilindungi.

Bukan cuma tumbuhan besar saja yang ada di KRB, tetapi pepohonan yang kecil dan sedang dengan bunga-bunga indah pun ada. Di sana juga terdapat bunga Arnoldy rafllesia yang kesohor dengan sebutan bunga bangkai 

Sementara itu, di sekitar Istana Bogor, pengunjung dapat merasakan keteduhan dari deretan pohon Kenari yang rindang, karena memang tadinya, kebun raya merupakan bagian dari halaman istana. Meski sekarang ke dua tempat tersebut dipisahkan, namun pengunjung masih tetap dapat melihat Istana Bogor. 

Banyak pasangan yang melakukan foto pra-wedding di sana . Ada pula jembatan gantung berwarna merah atau yang lebih dikenal dengan nama jembatan merah. Konon katanya, pasangan kekasih yang melewati jembatan itu hubungannya akan putus tidak lama kemudian.

Langit bogor pun mulai gelap, dan saya pun bergegas pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar